TEH SANGRAI KALIBENING

Tak terasa 2 bulan sudah terlewati. Hmmm.. Its about KKN-PPM di Kecamatan Kalibening, Dusun Gununglangit, a beautiful village in Barjarnegara. Jadi, sekarang waktunya sharing buat kalian semua, tentang pengalamanku disana.

Oke, mulai dari yang namanya Teh Sangrai. Teh ini adalah teh buatan asli di Kecamatan Kalibening. Pembuatannya masih benar-benar tradisional dengan alat yang tradisional juga ^^. Dalam pembuatan teh ini, tidak ada logam apapun yang terlibat. Wajan untuk menyangrai terbuat dari tanah liat, sedangkan untuk mengaduknya menggunakan tangan dan sepotong bambu (tangan yang digunakan tentunya adalah tangan yang tahan panas ;p). Bahan bakarnya juga memanfaatkan kayu pohon teh yang diberi sedikit minyak tanah.

Step 1. Awalnya teh dipetik. Untuk teh yang ini kualitasnya justru lebih baik ketimbang yang ada dipasaran. Daun teh yang diambil adalah P+2 (yang dipegang di gambar), walaupun nggak semuanya sih..^^. P+2  ini katanya mengandung polifenol lebih banyak ketimbang daun yang ada dibawahnya, tapi kalo kebanyakan.. tehnya jadi lebih sepet, jadi dikira2 saja perbandingannya. Daun teh yang tadi sudah dipetik kemudian dingin-anginkan, dibolak-balik sampai agak layu.

Step 2. Setelah itu, teh mulai disangan (sangrai). Dibolak-balik diatas wajan tanah liat dengan sepotong bambu. Teh disangrai sampai smua tehnya layu dan berubah warna jadi lebih hijau.

Step 3. Ini nih step yang bikin ogah-ogahan kalo bikin teh. Setelah tehnya layu semuanya, kemudian teh diangkat dari tungku dan diletakan di ceting dari bambu…Teruuuus??? Yup, seperti digambar, Tehnya di remas-remas dalam keadaan panas. Tujuan step ini adalah mengeluarkan semua kadar air yang terkandung di dalam teh, jadi tehnya bisa benar-benar kering. Mungkin selain itu juga untuk mengeluarkan aroma tehnya.

Step 4. Setelah di remas2 tadi, teh kemudian disangrai sampai benar-benar kering. Setelah kering kemudian didinginkan lalu di simpan di wadah yang tertutup. Jadilah teh sangrai khas Kalibening.

Cara Bikinnya sama seperti teh yang kita beli dipasaran. Namun akan lebih nikmat bila diseduh dengan air mendidih di dalam termos kedap udara. Karena teh ini pahit, maka penggunaannya sedikit saja sudah cukup… Untuk masalah rasa, memang beda dengan teh yang di pasaran. Karena disangrai, maka cita rasa sangitnya terasa sekali. Selain itu, teh ini rasanya akan pahit bila tidak dikonsumsi dalam keadaan panas/hangat. Jadi memang cocok untuk keadaan dingin. Tapiii…itulah yang bikin beda dan bikin kangen^^.

Okey…Inilah salah satu pengalaman ku Di Dusun Gununglangit. See U in next Post…

Jangan lupa comment, kritik dan saran, atau mau ada yang berbagi pengalaman..monggo-monggo^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: